Laporan Akhir
Seiring berjalannya
waktu dari masa ke masa, masyarakat global semakin bersifat konsumtif dan
semakin pula kebutuhan pangan, sandang , dan papan, kian melonjak akibat dari
bertambahnya populasi manusia di bumi ini. Banyak barang atau materi secara
pesat kini telah memuncak keinginan akan tingkat produksinya, sehingga
menyebabkan beberapa produsen harus menggunakan lebih banyak bahan. Bahan
tersebut dapat dikatakan berjumlah sangat banyak, dan sebagian besar dari bahan
tersebut diperoleh dari hasil panen penanaman tumbuhan maupun dari pembabatan
alam. Hal tersebut memang menguntungkan jika dilihat dari pihak produsen,
karena dengan jumlah bahan yang diperoleh memenuhi minimal dari keinginan
konsumen akan menyebabkan barang dapat diproduksi dan para produsen mendapatkan
keuntungan. Namun, jika dilihat dari pihak masyarakat maupun ekosistem dunia
yang membutuhkan alam, hal tersebut menyebabkan kerugian yang sangat besar dan
sangat sulit untuk ditanggulangi. Kerugian tersebut adalah menurunnya kuantitas
alam di setiap berjalannya waktu dari masa ke masa. Hal ini tentu saja membawa
pengaruh yang sangat buruk terhadap keberlangsungan kehidupan di bumi ini dan
bahkan terhadap para pemuda maupun bayi yang baru lahir, yang akan memiliki
hidup nanti di masa depan bumi ini. mereka yang berpotensi dan berpeluang yang
sangat besar untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, akan mengalami
kesulitan untuk beradaptasi jika keadaan dunia itu sendiri sudah kacau dan
sudah tidak rindang lagi seperti sebelumnya. Sehingga mereka akan mengalami
kemajuan atau progress yang lamban
untuk menjadikan dunia yang lebih baik lagi di kedepannya dan berakhir pada
kesuraman yang tak terbayangkan.
Dalam kurun waktu yang sangat singkat, kita
sudah banyak menjumpai dimana terjadinya
pembabatan hutan alam secara besar - besaran, pemusnahan habitat alam yang berupa tempat tinggal
para hewan primitif, dimana semua tindakan tersebut sangatlah berbahaya untuk masa depan para pemuda. hal
ini tentu saja sangatlah menganggu dan menyebabkan penurunan dari
potensi-potensi sang pemuda untuk
menjadi penerus Bangsa yang mencerminkan
rasa keperdulian dan
tanggung jawab akan bumi yang
dijadikan tempat tinggal olehnya.
Dalam kesempatan tugas yang telah diberikan oleh dosen Character Building: Pancasila kepada kelompok kami, kami berencana untuk memanfaatkannya
dengan mengadakan kegiatan yang berdimensi
( berpartisipasi dalam warga global ) dan menguraikannya menjadi kegiatan
penanaman pohon, disebabkan oleh kelompok kami memahami betapa
pentingnya perlindungan dan
pelestarian alam demi masa depannya bumi yang rindang dan tetap hijau.
Terutama di era perkembangan teknologi yang modern seperti sekarang, kami
menyadari dimana jumlah produksi suatu barang kian meningkat di setiap saatnya,
yang pada akhirnya mengakibatkan pengurasan sumber daya alam juga semakin
meningkat dan penghancuran alam yang berkala sedikit demi sedikit. Sehingga wawasan dan tindakan pelestarian alam di jaman
sekarang ini harus kami
tekankan sedini mungkin agar setidaknya
kami dapat menyelamatkan kelestarian alam di bumi ini.
Mengingat maraknya kasus yang menggambarkan tindakan orang - orang yang tidak
bertanggung jawab di jaman sekarang yang selalu merusak alam kita, tentulah
sangat penting untuk kita bertindak untuk mencegah kerusakan yang lebih luas,
agar mereka yang merupakan penerus bangsa di masa depan, terarah dan
terselamatkan ke jalan yang dapat memenuhi segala potensi untuk menjadi penerus
Bangsa Indonesia yang berkarakter akan Pancasila.
Hampir seluruh penduduk di bumi ini memiliki visi dan misi yang
serupa yaitu hanya menguntungkan dan memperkaya diri sendiri semaksimal mungkin. Mereka pun dengan kekuasaannya dan ke -egoisa -nya
menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang diinginkannya, salah satunya
adalah penebangan liar pohon di hutan alam. Terkadang kebijakan
pemerintah pun
masih kurang mengancam bagi mereka,
sehingga para pihak yang mencari keuntungan tersebut, selalu melalaikan peraturan yang telah
ditetapkan dan bertindak sesukanya saja. Minimnya hukuman yang dijeratkan
kepada para pelanggar tersebut juga tidak asing di dalam realita kehidupan ini
yang akhirnya menyebabkan penghancuran alam secara massal dan dijadikan sebagai
mata pencaharian utama.
Banyaknya kerusakan alam di
jaman sekarang semakin meluas yang dapat mengakibatkan punahnya habitat alam
hewan primitif dan juga berkurangnya populasi tanaman hijau yang merupakan
sumber oksigen di bumi ini. Ditambah lagi dengan sifat keegoisan dan tidak
bertanggung jawabnya manusia ini dapat mengakibatkan potensi musnahnya alam di
bumi ini semakin meningkat, sehingga mendekatkan kita kedalam kehidupan yang
sengsara. Tanpa pengawasan dan peraturan yang ketat dari pemerintah, tentunya
akan semakin banyak pelanggaran dilakukan seperti merusak alam tumbuhan hijau
dan memusnahkan habitat hewan primitif. Hal tersebut akan menimbulkan atau
memicu berbagai masalah yang kompleks di masa depan nantinya seperti maraknya
kemiskinan produksi pangan, sandang, dan papan; kesejahteraan yang menurun akibat
dari minimnya bahan alam; punahnya hewan primitif maupun hewan-hewan langka
yang dilestarikan; meningkatnya pemanasan global akibat dari berkurangnya
tumbuhan yang berperan melakukan fotosintesis mengurai gas CO2 menjadi O2;
kepunahan ras kehidupan di bumi ini akibat dari tidak tersedia O2 sebagai
sumber pernafasan mahluk hidup.
Dikarenakan oleh beberapa hal di atas
tersebut, kelompok kami memutuskan untuk mengadakan
kegiatan penanaman
pohon di Cagar Alam. Tentunya tujuan kelompok
kami mengadakan penanaman pohon ini adalah agar masyarakat memiliki pemikiran
yang terbuka akan masa depan dengan melihat kami tidak hanya serta merta
mebiarkan alam yang kami tinggali ini musnah, namun kami menjaganya dengan
mencegah dan mengurangi kemungkinan akan hal tersebut terjadi, yaitu dalam
bentuk penanaman pohon yang dijadikan sebagai simbol kecil dari aksi ‘
Reboisasi ‘.
Tentunya dengan kegiatan penanaman pohon di Cagar Alam ini
memiliki manfaat yang besar bagi kami dan masyarakat. Dengan menanam pohon pada Cagar Alam ini tentunya
akan meningkatkan keperdulian kelompok kami terhadap kelestarian alam global ini dan juga mengimbuhkan kami
dengan rasa tanggung jawab akan menjaga dan merawat bumi yang kita tinggali ini. Bagi pihak masyarakat, tentunya mereka akan
mendapat ilmu dan pemahaman dari aksi kami tentang pentingnya moral dan etika
dalam melestarikan lingkungan yang kita tinggalkan ini, Sehingga sedikit demi
sedikit mereka mulai tertanam sifat-sifat yang mencerminkan karakter
bertanggung jawab dan perduli akan sesama.
KONSEP
DIMENSI
Konsep dari kegiatan kelompok kami adalah kami telah melaksanakannya dalam jangka waktu 1 hari per minggu, yang mana hari tersebut merupakan jadwal hari yang kosong dan tidak ada kegiatan perkuliahan. Hal ini kami terapkan supaya kami dapat melaksanakan kegiatan ini dalam waktu luang kami dan menghindari bentrok antara jadwal dari tugas yang lain dengan tugas project yang kami laksanakan.
Dimensi project yang kami pilih ini mempunyai konsep berbentuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mencerminkan sebagai perilaku warga global. Warga global sendiri adalah warga yang memiliki pemikiran secara luas atau umum dan tidak lagi terbatas pada suatu negara maupun kepribadian masing-masing. Warga global lebih menitik beratkan pada suatu aksi ataupun konsep yang dimana mempunyai kepentingan bersama kebanding pribadi dan memiliki tujuan yang sama dan bersatu walaupun terdiri dari berbagai macam perbedaan.
Berpartisipasi dalam perilaku yag mencerminkan konsep warga global itu mempunyai berbagai cara, contohnya seperti memperjuangkan hak asasi manusia, menjunjung tinggi keadilan dalam kehidupan, melakukan daur ulang sampah dan perbaikan lingkungan, melakukan penenaman pohon sebagai bentuk reboisasi, dsb. Salah satu tindakan yang mencerminkan konsep warga global tersebut kami pilih sebagai kegiatan yang telah kami lakukan sebagai penerapan tugas yang telah diberikan kepasa kami. Tindakan tersebut adalah melakukan penanaman pohon sebagai bentuk reboisasi. Penanaman pohon merupakan salah satu tindakan kami dimana menunjukan rasa kepedulian kami akan melestarikan dan menjaga lingkungan yang kami tinggali ini. Walaupun memang usaha kami hanya sebagian kecil saja efek positif nya berdampak pada lingkungan alam, namun setidaknya kami sudah mencoba untuk lebih peduli terhadapt kelestarian lingkungan. Konsep penanaman pohon ini memiliki makna yang tersirat, yaitu jika kita ingin menjadikan dunia itu tempat yang lebih baik dan menjaga kelestariannya, kita harus memulainya pada diri kita masing-masing dengan sadar akan betapa pentingnya kelestarian alam.
A. Tema
Kegiatan
Tema
kegiatan yang telah digunakan oleh kami di dalam kegiatan menanam pohon di
Hutan Kota Srengseng adalah mewujudakn bentuk kepedulian terhadap lingkungan
dengan aksi menanam pohon.
B. Bentuk
Kegiatan
Bentuk
dari kegiatan yang telah kami laksanakan di Hutan Kota Srengseng ini adalah:
1. Penanaman
pohon
2. Perawatan
pohon yang sudah kami tanam
3. Pendaur
ulang sampah menjadi wadah untuk penanaman pohon tersebut
C. Waktu
Kegiatan
Untuk
melaksanakan kegiatan project ini, dengan ini kami mendaftarkan semua rencana
pertemuan yang akan kami lakukan untuk menyelesaikan tugas ini . Berikut
merupakan daftar kegiatan pertemuan kami:
No.
|
Hari tanggal
|
Waktu
|
Tempat
|
Keterangan
|
1.
|
23 maret 2018
|
13.00 – 14.00
|
Hutan Kota Srengseng
|
Survey lokasi dan meminta perizinan
dari pihak yang terkait
|
2.
|
30 maret 2018
|
13.00 – 15.00
|
Hutan Kota Srengseng
|
Menuju lokasi, membeli bibit, dan
menanam pohon
|
3.
|
6 maret 2018
|
13.00 – 15.00
|
Hutan Kota Srengseng
|
Melakukan perawatan dengan menyiram
|
4.
|
13 maret 2018
|
13.00 – 15.00
|
Hutan Kota Srengseng
|
Melakukan perawatan dengan menyiram
|
5.
|
20 maret 2018
|
13.00 – 15.00
|
Hutan Kota Srengseng
|
Melakukan perawatan dengan menyiram
dan memberi pupuk
|
Menanam
pohon tidak semudah menebangnya, perlu perawatan yang baik agar pohon tersebut
bisa tumbuh. Oleh karena itu sebagai mahasiswa yang cinta tanah air sudah
seharusnya kita menghargai dan merawat lingkungan sekitar kita agar lingkungan
kita tetap terjaga sampai ke generasi berikutnya.
Kami mendapatkan banyak hal dan juga mendapatkan
kesempatan untuk bisa belajar banyak hal. Dari mulai proses penanaman tanaman,
pengamatan pertumbuhan tanaman tersebut, banyak hal yang dapat diambil. Kami
jadi mengerti sulitnya merawat tumbuhan tersebut. Namun pada akhirnya, ada rasa
puas tersendiri yang kami alami ketika kami berhasil menanam dan merawat
tanaman tersebut. Kami juga belajar caranya merawat tanaman dan kegiatan ini
membuat kami dapat lebih menghargai lingkungan di sekitar.
Selain
melestarikan lingkungan, kegiatan menanam ini juga menambah ilmu kepada kami
masing-masing. Kami belajar cara menanam tanaman tersebut dan juga mempelajari
cara merawatnya. Penanaman tanaman ini melatih kami kami untuk bertanggung
jawab, karena kami harus rutin merawat tanaman tersebut.
Kesimpulan dari hasil kegiatan
menanam pohon ini adalah dapat diketahui bahwa menanam pohon dan menjaga
lingkungan tidaklah mudah apabila dilakukan secara individual. Dalam kegiatan,
kami menemukan bahwa menanam pohon tidaklah mudah, dan juga pada segi menjaga
lingkungan dari global warming kami menemukan tidaklah cukup apabila
penghijauan dilakukan secara individu tetapi seharusnya dilakukan secara
kolektif.
Setelah
melakukan kegiatan sosial ini kami dapat menyimpulkan bahwa pohon merupakan
komponen penting di dalam bumi yang multifungsi. Pohon akan menghasilkan
oksigen untuk manusia bernapas, selain itu pohon yang rindang akan membuat bumi
terasa tidak terlalu panas, dan pohon dapat menghasilkan buah untuk dimakan
manusia atau hewan. Penting sekali untuk memelihara dan menjaga pohon. Namun,
sayangnya banyak dari manusia yang masih belum sadar akan
pentingnya pohon sehingga memanfaatkan pohon secara liar sehingga berdampak
negatif.
Kami berharap
walaupun kami hanya menanam sedikit pohon setidaknya dapat memberikan manfaat
bagi warga. Kami juga berharap pohon-pohon yang telah kami tanam akan tumbuh
besar dan mampu mengatasi permasalahan lingkungan yang ada di bumi. Kami pun
yakin hal sekecil apapun yang kami lakukan, lama-lama akan menghasilkan sesuatu
yang besar. Walaupun kegiatan sosial ini telah berakhir, tetapi tidak menutup
kemungkinan bagi kami untuk tetap melakukan pemeriksaan pada tanaman.
http://cblf01.blogspot.co.id/
http://billyronaldo.blog.binusian.org/2017/05/14/laporan-akhir-cb-kewarganegaraan/
http://ajihp.blog.binusian.org/2017/05/26/laporan-akhir-kegiatan-sosial-character-building-kewarganegaraan/
http://karincantikk.blogspot.com/2017/04/charater-building-kewarganegaraan.html
http://billyronaldo.blog.binusian.org/2017/05/14/laporan-akhir-cb-kewarganegaraan/
http://ajihp.blog.binusian.org/2017/05/26/laporan-akhir-kegiatan-sosial-character-building-kewarganegaraan/
http://karincantikk.blogspot.com/2017/04/charater-building-kewarganegaraan.html
Comments
Post a Comment